[7. 1 NOVEMBER 2020] PERPUSTAKAAN ONLINE
“Maryam, hari ini kita pinjam buku yuk.”
“Lho emangnya perpustakaannya buka Ma?”
“Pesannya lewat hape”
“Ooo”
“Hmm.. Maryam mau buku tentang apa?”
“Kucing!”
Lalu saya membuka halaman tentang kucing. Ada banyak buku, lalu saya bacakan satu per satu judulnya.
“….Jebakan Kucing..”
“Buku apa itu Ma? Sepertinya seru.”
“Hmm… nggak ada gambar covernya di sini. Kita cari dulu ya.”
Saya lalu mengetikkan judul buku tersebut di mesin pencari. Sebuah gambar sampul muncul, Maryam langsung berseru. “Oooo… Meng! Aku mau!” katanya antusias. Maryam memang penggemar serial Meng.
“Ooh… mau Meng, selain itu mau apa lagi? Kita cari lagi yuk!”
Lalu saya membacakan judul-judul lainnya.
“... Tom si Kucing…”
“Itu apa, Ma?”
Lalu saya melakukan hal seperti yang pertama kali. Kebetulan ada yang membuat versi read aloudnya dalam bahasa inggris. Saya menceritakan sebagian isinya untuk Maryam.
“Nah aku mau yang itu.”
“Maryam, kan kita udah punya banyak Meng. Gimana kalau kali ini kita coba pinjam buku yang Tom ini aja?”
“Hmmm…. Boleh deh. Tapi nanti Mengnya juga ya.”
“Iya, kalau boleh pinjam dua nanti mama pinjamkan ya…”
“Ayo ma kita ke perpustakaannya sekarang.”
“Ngga bisa Mar, nanti hari Rabu.”
“Ooo… baru bukanya hari Rabu? Ngga tiap hari?”
“Iya.”
“Karena corona?”
“Hehe… iya.”
“Oke.”
Begitulah percakapan kami pagi itu. Meminjam secara online memang banyak kekurangannya. Mulai dari cover yang tidak lengkap, sinopsis yang tidak semuanya ada, dan kita juga tidak bisa melihat contoh isi buku. Alhamdulillah, banyak orang di internet yang berbagi tentang buku-buku yang dibacanya, jadi walau hanya ada info judul dan keterangan buku, kita bisa mengetahui isinya.
Namun Langkah tetum membuat website katalog khusus sangat bagus dan saya acungi jempol. Kekuarangan adalah tantangan, dan semoga saja sistem perpustakaan kita semakin maju sehingga buku-buku lebih mudah diakses.
Dari pengalaman ini saya juga jadi menyadari bahwa dunia digital bagi anak seusia Maryam, generasi digital native, adalah hal biasa, Maryam sama sekali nggak terkejut saat saya mengatakan bahwa kita meminjam buku secara online. Maryam juga bersikap biasa saja saat semua judul buku di perpustakaan terpampang di internet. Saya jadi penasaran, jaman seperti apa yang akan mereka dapati di masa depan? Bagaimana saya harus membantunya agar ia siap?
Comments
Post a Comment